Budaya Berkunjung ke Perpustakaan Sejak Dini, Beradaptasi Dengan Perkembangan Zaman

Perkembangan pendidikan saat ini menuntut para guru untuk berpacu meningkatkan potensi akademik dan non akademik siswanya. Salah satu upaya mewujudkan hal tersebut adalah berkunjung ke Perpustakaan Umum Daerah. Hari ini tanggal 14 Februari 2018, Perpusda Pamekasan menerima kunjungan wisata edukasi dari TK AL-IBROH sebanyak 65 Siswa dan 9 Guru Pendamping (Ustadzah).

Rombongan diterima langsung oleh Kabid. Layanan Drs. Makhfudz dan ditemani oleh Kasi Layanan Ibu Mega serta Staf Layanan Anak ibu Muginah.
Para peserta Wisata Edukasi diberikan Pemahanan tentang Perpustakaan serta layanannya, komunikasi petugas dengan para guru pendamping terkait bidang Perpustakaan dan selanjutnya Anak-anak dapat menikmati fasilitas maupun koleksi yang tersedia di Ruang Anak. Antusiasme muncul dari sekolah tersebut, hal itu tampak dari keinginannya agar di lain hari segera dapat berkunjung lagi ke Perpusda, bahkan orang tua yang ikut mendampingi putra putrinya juga sangat termotivasi untuk segera membuat kartu anggota agar dapat meminjam buku.

“saya ingin jadi polisi….!!! saya ingin jadi tentara…!!!.. saya Guru..!!!..Kalau saya Dokter…!!!!, celetuk anak-anak ketika ditanya oleh Kabid Layanan kepada meraka, Saat ditanya adakah yang ingin jadi PUSTAKAWAN??? Semuanya serempak terdiam.!!!!, sebuah kata yang asing bagi meraka, sehingga Pak makhfudz dengan spontan segera menjelaskan kepada anak-anak arti dari Pustakawan tersebut”

“Komunikasi antara guru dan para orang tua siswa selalu kami optimalkan, khususnya dalam rangka mendukung minat baca anak – anak. Kekhawatiran sempat terlintas saat ingin mengajak para siswa berkunjung ke Perpustakaan Umum Daerah, takut para orang tua kurang merespon atau bosan namun justru kebalikannya. Para orang tua justru sama antusiasnya dengan anak – anaknya untuk berkunjung ke Perpusda. Kami juga ingin bermitra dengan Perpusda karena tingginya minat baca anak anak sangat tepat jika difasilitasi dengan bahan baca yang tepat pula sekaligus menarik layaknya yang tersedia disini”, jelas Ibu Rani salah satu Guru Pendamping TK AL-IBROH PAMEKASAN.

Banyaknya rombongan kunjungan PAUD, TK, SD dan pelajar lainnya ke Perpustakaan Daeah sangat bernilai positif. Hal ini mengungkapkan bahwa budaya berkunjung ke Perpustakaan sejak dini perlu ditingkatkan. Bukan hanya untuk menunjang segi pendidikan anak namun juga mendukung tumbuh kembang potensi dan produktivitasnya di masa yang akan datang. Pendidikan dengan akdemik yang baik memang penting namun untuk lebih beradaptasi dengan perkembangan zaman juga dibutuhkan skill yang matang.

Pengembangan Perpustakaan Berbasis IT Memicu Tingkat Kunjungan Perpusda Pamekasan di Tahun 2017

Perpustakaan Umum Pamekasan sebagai Salah satu lembaga layanan publik masyarakat yang beralamat di Jl. Jokotole No. 55, sukses menorehkan aktualisasi Layanan Publik yang semakin prima. Hal ini tampak dari melonjaknya kunjungan pada tahun 2017 sebanyak 66.916 pengunjung dan Pengakses internet sebanyak 136.963 orang.

Perhitungan jumlah kunjungan tersebut dihitung berdasarkan Jumlah Kunjungan di Perpusda sebanyak 63.344 Pengunjung dan Jumlah Kunjungan di Mobil Perpustakaan Keliling sebanyak 3.480 Pengunjung. Kunjungan didominasi dengan tujuan membaca dan internet khususnya di Perpustakaan Umum Daerah sedangkan rentang usia yang berkunjung kebanyakan adalah pelajar dan Mahasiswa. Faktor utama yang memicu melonjaknya kunjungan perpustakaan adalah karena banyaknya Sekolah-sekolah yang melakukan wisata edukasi ke perpustakaan umum guna mendapatkan sumber informasi terkait Layanan yang ada di Perpustakaan daerah.

“Melonjaknya kunjungan di Perpustakaan Umum tahun 2017 melebihi target capaian sebanyak 50.000 pengunjung per tahun. Semua ini tidak terlepas dari kontribusi semua bidang yang saling bersinergi sehingga Layanan publik yang prima dapat terus direalisasikan oleh Perpusda Pamekasan”, ungkap Akhmad Zaini, M.Pd selaku Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pamekasan, Rabu (17/1).

Pengembangan Perpustakaan yang berbasis IT dan Pelibatan masyarakat itulah yang terus menjadi acuan kinerja Perpusda di bawah naungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pamekasan. Pada hakekatnya hal

terbaik yang dapat terwujud dan terus terkenang sepanjang masa bukan hanya torehan  prestasi namun juga dedikasi akan pentingnya menjaga amanah peran sekaligus mendistribusikan secara totalitas bagi masyarakat.

 

 

PEER LEARNING & STAKE HOLDER MEETING : Transformasi Perpustakaan Desa untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pamekasan terus memupuk manajemen perpustakaan yang tersebar di desa dan kelurahan di Kabupaten Pamekasan. Sedikitnya ada 20 Perpustakaan yang masuk dalam binaan, 17 perpustakaan Desa, 1 Perpustakaan Kelurahan, dan 2 masuk kategori Taman Baca Masyarakat (TBM).
Tepatnya tanggal 12 Desember 2017, ada 12 perpustakaan yang mendapatkan bantuan buku sebanyak 1000 eksamplar dan 2 buah rak, diantaranya, Kertagena Laok, Sentol, Kelurahan Kolpajung, Larangan Slampar, Ambat, Larangan Dalam, Duko Timur, Barurambat Timur, Klompang Barat, Samatan, Proppo, dan Lenteng. Bantuan tersebut merupakan program dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur yang secara kontinu dilaksanakan setiap tahun.
Acara penyerahan buku tersebut dikemas dalam monitoring event dengan sejumlan pemangku kebijakan dan berjalan secara berkelanjutan, Peer Learning Meeting (PLM), Stakeholder Meeting (SHM). Kegiatan PLM dan SHM ini merupakan sinergi kerjasama antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pamekasan dengan Coca Cola Foundation Indonesia melalui program PerpuSeru yang secara konsisten dan fokus bertujuan untuk mengembangkan Perpustakaan Umum di Indonesia menjadi pusat belajar & kegiatan masyarakat berbasis Teknologi informasi dan komunikasi. Secara khusus kegiatan ini bertujuan untuk wadah sharing dan saling memotivasi akan pencapaian, hambatan, tantangan maupun inovasi akan peluang antar pengelola Perpustakaan Desa serta menggalang dukungan untuk pengembangan perpustakaan desa yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Perpustakaan & Kearsipan Budi Ashari berharap setelah adanya kegiatan ini, para pengelola Perpustakaan Desa akan lebih termotivasi dan terpacu inovasi dan kreatifitasnya menangkap peluang, membangun advokasi, dan menciptakan atmosfer positif pada masyarakat dengan adanya Perpustakaan Desa.

DAFTAR PERPUSTAKAAN DESA/TBM YANG MENDAPATKAN PENDAMPINGAN BERKELANJUTAN :
1 BUNDER (PERPUSTAKAAN TERBAIK NASIONAL DARI COCA COLA FOUNDATION INDONESIA (CCFI) DAN BILL & MELINDA GATES FOUNDATION TH. 2017)
2 PAGENDINGAN (PERPUSTAKAAN TERBAIK NASIONAL DARI COCA COLA FOUNDATION INDONESIA (CCFI) DAN BILL & MELINDA GATES FOUNDATION TH. 2017)
3 PADEMAWU TIMUR
4 PADEMAWU BARAT
5 SUMEDANGAN
6 PANEMPAN
7 MURTAJIH
8 BUDDAGAN
9 GALIS
10 ARTODUNG
11 TENTENAN TIMUR
12 MONTOK
13 MAPPER
14 POTOAN DAYA
15 BAJANG
16 SANAH LAOK
17 WARU BARAT
18 KELURAHAN PARTEKER
19 TBM MANDHAL SENOM (PERPUSTAKAAN/TBM TERBAIK NASIONAL DARI COCA COLA FOUNDATION INDONESIA (CCFI) DAN BILL & MELINDA GATES FOUNDATION TH. 2017)
20 TBM YOUR B

 

 

 

Story Telling Membuat Anak-anak Betah di Perpustakaan

Jum’at, 27 Oktober 2017 Dinas Perpustakaan & Kearsipan Kab. Pamekasan dikunjungi TK Muslimat NU Pamekasan. Rombongan ini datang pada jam 08.00 WIB – 09.30 WIB.  Sebanyak 25 siswa-siswi TK Muslimat NU bermain dan membaca buku koleksi yang ada Ruang Layanan Anak. Buku koleksi yang laris dibaca adalah buku dongeng yang memang mayoritas anak menyukainya. Siswa-siswi terlihat sangat antusias dan ceria ketika mereka membaca buku-buku dongeng tersebut, disamping itu di Ruang Layanan Anak juga tersedia Berbagai macam mainan dan LCD TV 43 Inc yang digunakan untuk menonton Film edukasi bersama.

     Yang tak kalah menarik yaitu Ibu Muginah salah satu staf layanan anak, dikerumuni banyak siswa-siswi karena beliau menggunakan metode terbaru untuk memacu antusias anak-anak tersebut yakni dengan story telling. Kurang lebih sebanyak 25 anak mendengarkan dongeng dari ibu Muginah. Dongeng yang diceritakan membuat anak-anak lebih menghayati cerita dongeng tersebut. Bahkan ada beberapa anak yang tertawa ketika cerita tersebut lucu, ada yang berteriak ketika cerita tersebut menyeramkan.

     “Mengapa metode story telling dilakukan?’’, Tanya salah satu Wali Murid TK Muslimat NU tersebut. Ibu Muginah (petugas perpustakaan Layanan Anak) menjawab, “ karena dengan metode story telling ini diharapkan anak-anak lebih sering ke perpustakaan untuk membaca buku, dan karena mayoritas anak atau yang kurang suka membaca dapat menambah pengetahuannya melalui metode story telling ini, dan yang tak kalah penting adalah bagi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pamekasan sendiri story telling ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat luas khususnya Anak Usia Dini sehingga akan terwujud PAMEKASAN SEJAHTERA DENGAN MEMBACA.

Semangat Dan Antusias TK Pancasila Pamekasan Berkunjung Ke Perpustakaan Umum

Tingginya antusiasme masyarakat dari beragam kalangan untuk berkunjung ke Perpustakaan Umum Pamekasan memang menjadi salah satu tolak ukur yang positif sebagai cerminan layanan publik yang telah terealiasasi secara efektif. Hal serupa juga terjadi saat adanya Kunjungan TK Pancasila ke Perpustakaan Umum pada tanggal 20 Oktober 2017. Para pengajar dan siswa TK Pancasila sejumlah 20 anak diajak untuk mengenal Perpustakaan lebih dekat.

            Kegiatan Kunjungan TK Pancasila ke Perpustakaan Umum diawali dengan pengenalan keliling Perpustakaan, selanjutnya kegiatan mendongeng dan yang terakhir anak-anak dipersilahkan menikmati bahan baca / fasilitas layanan yang tersedia.  Kegiatan pengenalan keliling dipandu oleh Kasi Layanan Perpustakaan yaitu Ibu Megawati selanjutnya Kegiatan mendongeng di ruang baca anak oleh Ibu Muginah. “Anak – anak sangat senang dan antusias, apalagi tersedia buku cerita anak – anak yang beragam sehingga mereka menjadi betah berlama – lama dan ingin segera bisa meminjam dan balik lagi kesini. Orang tua juga senang bisa membaca buku yang mereka minati dan menikmati fasilitas wifi, mereka merasa terbantu bila anak – anaknya terbina minat bacanya sejak dini”, ujar salah satu pengajar TK Pancasila saat kegiatan bercerita di ruang baca anak, Jumat (20/10).

            Kedepannya antusiasme positif lainnya juga akan terus ditingkatkan  tidak hanya dikalangan sekolah namun juga pihak lain serta masyarakat secara luas. Upaya ini merupakan pencapaian tugas Visi dan Misi Perpustakaan Umum Pamekasan sebagai pusat informasi dan tempat pembelajaran bagi masyarakat.

Wisata Edukasi Salah Satu Layanan Perpusda untuk meningkatkan minat baca

Upaya Perpustakaan Umum Pamekasan bukan hanya menyediakan Koleksi Buku yang berkualitas dan membina potensi masyarakat namun juga terus berupaya meningkatkan minat baca semua lapisan masyarakat di era informasi seperti saat ini. Salah satu perwujudan hal tersebut adalah terlaksananya Kunjungan SDi AL- Ashar Kowel Pamekasan ke Perpustakaan Umum tepatnya pada hari ini tanggal 18 Oktober 2017 yang terdiri dari para siswa serta pengajar sejumlah 30 orang, meraka diajak mengenal Perpustakaan lebih dekat.
Adapun layanan Kunjungan yang diberikan kepada rombongan SDi AL- Ashar Kowel Pamekasan antara lain layanan pengenalan perpustakaan lebih dekat, Pengarahan disampaikan oleh kabid layanan, kabid Pembinaan dan IT serta Pustakawan. selanjutnya mereka dipersilahkan berkeliling ke setiap Ruangan serta menikmati koleksi bacaan dan fasilitas layanan Perpustakaan yang tersedia. “Semula kami para pengajar SD mengajak berkunjung kesini semata – mata untuk mengenalkan Perpustakaan pada siswa-siswi agar minat baca mereka dapat terbina dengan baik, namun diluar dugaan ternyata para siswa kami sudah banyak yang berulang kali ke Perpustakaan Umum bersama orang tuanya”, ujar salah satu Guru saat asyik membaca koleksi ruang baca anak,
Pada kenyataannya yang seringkali dilupakan semua pihak terutama para orang tua, bahwa sebaik – baik sebuah sekolah maupun secerdas apapun metode untuk bimbingan anak pada akhirnya semboyan melegenda Ki Hajar Dewantara yaitu “Ing Ngarsa Sung Tuladha” (didepan memberi contoh). Yang berarti Orang tua adalah ujung tombak Suri tauladan yang baik baik bagi anak.
Oleh Karena itu kembali lagi ke orang tua sebagai pembimbing utama belajar sepanjang masa oleh anak. Terjawab sudah bahwa cikal bakal tingginya minat baca anak dari SDi AL- Ashar Kowel Pamekasan adalah suksesi positif dari para orang tua yang terlebih dahulu memberi contoh dan memberi stimulus sehingga landasan positif tersebut terbina dengan mudahnya oleh pengajar dan difasilitasi secara efektif dan tepat oleh Perpustakaan Umum. Kedepannya semoga semua pihak dapat mengambil cerminan teladan semacam ini agar peningkatan minat baca bukan hanya peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pamekasan saja namun merupakan sinergisitas peran semua lapisan masyarakat.