Story Telling Membuat Anak-anak Betah di Perpustakaan

Jum’at, 27 Oktober 2017 Dinas Perpustakaan & Kearsipan Kab. Pamekasan dikunjungi TK Muslimat NU Pamekasan. Rombongan ini datang pada jam 08.00 WIB – 09.30 WIB.  Sebanyak 25 siswa-siswi TK Muslimat NU bermain dan membaca buku koleksi yang ada Ruang Layanan Anak. Buku koleksi yang laris dibaca adalah buku dongeng yang memang mayoritas anak menyukainya. Siswa-siswi terlihat sangat antusias dan ceria ketika mereka membaca buku-buku dongeng tersebut, disamping itu di Ruang Layanan Anak juga tersedia Berbagai macam mainan dan LCD TV 43 Inc yang digunakan untuk menonton Film edukasi bersama.

     Yang tak kalah menarik yaitu Ibu Muginah salah satu staf layanan anak, dikerumuni banyak siswa-siswi karena beliau menggunakan metode terbaru untuk memacu antusias anak-anak tersebut yakni dengan story telling. Kurang lebih sebanyak 25 anak mendengarkan dongeng dari ibu Muginah. Dongeng yang diceritakan membuat anak-anak lebih menghayati cerita dongeng tersebut. Bahkan ada beberapa anak yang tertawa ketika cerita tersebut lucu, ada yang berteriak ketika cerita tersebut menyeramkan.

     “Mengapa metode story telling dilakukan?’’, Tanya salah satu Wali Murid TK Muslimat NU tersebut. Ibu Muginah (petugas perpustakaan Layanan Anak) menjawab, “ karena dengan metode story telling ini diharapkan anak-anak lebih sering ke perpustakaan untuk membaca buku, dan karena mayoritas anak atau yang kurang suka membaca dapat menambah pengetahuannya melalui metode story telling ini, dan yang tak kalah penting adalah bagi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pamekasan sendiri story telling ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat luas khususnya Anak Usia Dini sehingga akan terwujud PAMEKASAN SEJAHTERA DENGAN MEMBACA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *