PEER LEARNING & STAKE HOLDER MEETING : Transformasi Perpustakaan Desa untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pamekasan terus memupuk manajemen perpustakaan yang tersebar di desa dan kelurahan di Kabupaten Pamekasan. Sedikitnya ada 20 Perpustakaan yang masuk dalam binaan, 17 perpustakaan Desa, 1 Perpustakaan Kelurahan, dan 2 masuk kategori Taman Baca Masyarakat (TBM).
Tepatnya tanggal 12 Desember 2017, ada 12 perpustakaan yang mendapatkan bantuan buku sebanyak 1000 eksamplar dan 2 buah rak, diantaranya, Kertagena Laok, Sentol, Kelurahan Kolpajung, Larangan Slampar, Ambat, Larangan Dalam, Duko Timur, Barurambat Timur, Klompang Barat, Samatan, Proppo, dan Lenteng. Bantuan tersebut merupakan program dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur yang secara kontinu dilaksanakan setiap tahun.
Acara penyerahan buku tersebut dikemas dalam monitoring event dengan sejumlan pemangku kebijakan dan berjalan secara berkelanjutan, Peer Learning Meeting (PLM), Stakeholder Meeting (SHM). Kegiatan PLM dan SHM ini merupakan sinergi kerjasama antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pamekasan dengan Coca Cola Foundation Indonesia melalui program PerpuSeru yang secara konsisten dan fokus bertujuan untuk mengembangkan Perpustakaan Umum di Indonesia menjadi pusat belajar & kegiatan masyarakat berbasis Teknologi informasi dan komunikasi. Secara khusus kegiatan ini bertujuan untuk wadah sharing dan saling memotivasi akan pencapaian, hambatan, tantangan maupun inovasi akan peluang antar pengelola Perpustakaan Desa serta menggalang dukungan untuk pengembangan perpustakaan desa yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Perpustakaan & Kearsipan Budi Ashari berharap setelah adanya kegiatan ini, para pengelola Perpustakaan Desa akan lebih termotivasi dan terpacu inovasi dan kreatifitasnya menangkap peluang, membangun advokasi, dan menciptakan atmosfer positif pada masyarakat dengan adanya Perpustakaan Desa.

DAFTAR PERPUSTAKAAN DESA/TBM YANG MENDAPATKAN PENDAMPINGAN BERKELANJUTAN :
1 BUNDER (PERPUSTAKAAN TERBAIK NASIONAL DARI COCA COLA FOUNDATION INDONESIA (CCFI) DAN BILL & MELINDA GATES FOUNDATION TH. 2017)
2 PAGENDINGAN (PERPUSTAKAAN TERBAIK NASIONAL DARI COCA COLA FOUNDATION INDONESIA (CCFI) DAN BILL & MELINDA GATES FOUNDATION TH. 2017)
3 PADEMAWU TIMUR
4 PADEMAWU BARAT
5 SUMEDANGAN
6 PANEMPAN
7 MURTAJIH
8 BUDDAGAN
9 GALIS
10 ARTODUNG
11 TENTENAN TIMUR
12 MONTOK
13 MAPPER
14 POTOAN DAYA
15 BAJANG
16 SANAH LAOK
17 WARU BARAT
18 KELURAHAN PARTEKER
19 TBM MANDHAL SENOM (PERPUSTAKAAN/TBM TERBAIK NASIONAL DARI COCA COLA FOUNDATION INDONESIA (CCFI) DAN BILL & MELINDA GATES FOUNDATION TH. 2017)
20 TBM YOUR B

 

 

 

Kepala Perpusda & Polres Pamekasan Launching Pojok Baca yang Pertama di Jawa Timur

PAMEKASAN,(Suara Indonesia ) – Menindaklanjuti surat telegram Kapolri dan Kapolda Jatim tentang pemanfaatan pojok baca di sentra pelayanan publik, Polres Pamekasan melaunching pojok baca Cendikia Bhayangkara. Selasa (26/09).
Bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Pamekasan, Polres Pamekasan menyediakan pojok baca di sudut Joglo Joko Tarub Mapolres Pamekasan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Pamekasan, Ir. Budi Ashari, MM.,M.Si mengatakan, ini adalah program kerjasama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) dengan Kapolri.
“Polres Pamekasan ini luar biasa. Di JawaTimur mungkin pojok baca di sini yang pertama, karena memang program ini baru dan diutamakan di tingkat provinsi tetapi Kapolres langsung membuka hari ini,” tuturnya.
Maksud dan tujuan pojok baca adalah untuk menyediakan ruang publik yang berisi referensi buku bacaan khusus dan umum bagi anggota kepolisian dan masyarakat umum agar terwujud budaya baca di kalangan anggota Polres Pamekasan.
Sementara, Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho, S.H, S.I.K mengatakan, kerjasama ini sesuai dengan program Pemerintah untuk meningkatkan pelayanan prima.
“Pojok baca ini didirikan untuk meningkatkan minat baca karena sudah sering kita tinggalkan. Buku ini harus kita miliki, karena akan selalu melekat,” jelasnya.
Pojok baca ini berisi buku-buku dari Perpustakaan Daerah yang setiap bulan diganti, juga buku koleksi Polres Pamekasan yang berisi Peraturan-Peraturan Pemerintah maupun Peraturan-Peraturan Kapolri.
“Pojok baca ini disediakan untuk semua anggota. Ketika ada waktu-waktu kosong bisa duduk di belakang sambil olahraga sambil baca buku. Disamping sehat ilmunya meningkat,” harap Nowo diakhir wawancaranya.
Pantaun Suara indonesia, pada acara tersebut tampak hadir pejabat di lingkungan Polres Pamekasan, Pejabat di Dinas Perpustakaan Daerah dan Kearsipan Kabupaten Pamekasan, Pengurus Bhayangkari Cabang Pamekasan, siswa TK Bhayangkari, beserta undangan lainnya.

Tingkatkan Minat Baca Siswa, Dispusip Pamekasan Teken MoU dengan 3 SD Islam

Pamekasan, 11/7 (Media Madura) – Upaya Dinas Perpustakaan dan Kerasipan (Dispusip) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur dalam meningkatkan minat baca anak atau siswa patut diacungi jempol.
Dinas yang berkantor di Jalan Jokotole No. 55 itu baru saja melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan tiga SD Islam, Selasa (11/7/2017).
“Ini salah satu inovasi untuk meningkatkan literasi, minat baca masyarakat terutama di tataran SD. Jadi, kami memberikan stimulan kepada tiga SD Islam dalam bentuk 50 judul buku. Dari sana MoU itu ditandatangani oleh Disdik, oleh saya dan Bunda Baca,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Kabupaten Pamekasan, Budi Ashari kepada mediamadura.com, Selasa (11/7/2017).
Menurut Budi, ketiga lembaga pendidikan itu adalah SD Al-Irsyad, SD Munawarah, dan SD Nurul Hikmah.
“Dari MoU itu salah satunya menyatakan, bagaimana jam pertama itu minimal (siswa) 15 menit untuk membaca buku. Harapannya, agar menaikkan kabupaten layak anak,” Budi menambahkan.

Budi menjelaskan, terkait teknis membaca pada siswa tergantung dari sekolah masing-masing. Artinya, bisa dilakukan pada jam-jam tertentu.
“Siswa bisa membaca buku itu sebelum masuk atau jam istirahat. Tergantung sekolahnya masing-masing,” jelasnya.
Hal itu ia lakukan guna mencegah siswa melakukan hal-hal negatif seperti bermain internet. Dinilai, kegiatan tersebut tidak baik bagi perkembangan siswa.
“Agar si anak terbiasa memanfaatkan waktu lengang dengan belajar atau interaksi dengan keluarga, karena hal ini sangat mendukung akan perkembangan si anak,” terang Budi.
“(Karena) menumbuhkan minat baca itu dimulai dari keluarga setelah itu sekolah,” pungkas Bunda Baca, Anni Syafii.
Pantuan mediamadura.com di lokasi, hadir dalam acara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, Moch Tarsun, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Musyaffak, dan kepala sekolah dari tiga SD Islam itu.

Perpusda Pamekasan Lakukan Pembinaan Serta Diklat Terhadap Pengelola Perpustakaan Binaan  

Pamekasan, teopong-Perpustakaan daerah (perpusda) Kabupaten Pamekasan melakukan pembinaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) terhadap pengelola perpustakaan binaan yang diikuti 75 peserta yang tersebar di 13 kecamatan se-Kabupaten Pamekasan selama empat hari yang dimulai dari 2 hingga 5  pada 2017 yang ditempatkan di aula Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) jalan Jokotole Kabupaten Pamekasan.

Menurut pemateri pada kegiatan pembinaan pendidikan dan pelatihan pengelola perpustakaan binaan Sri Hartono S.sos kepada sejumlah wartawan, peserta supaya dapat menjalankan dan mengelola perpustakaan sesuai dengan operasional dan diharapkan pada sistem otomasi, karena pengelola perpustakaan desa, baik di Pondok Pesantren maupun di Taman Baca Masyarakat (TBM) jumlahnya sangat terbatas dan hanya dikelola oleh satu orang. Oleh karena itu, dengan menggunakan otomasi akan lebih mudah untuk melakukan sirkulasi dan pengelohan bahan perpustakaannya sehingga dengan menggunakan sistem tersebut dapat dikelola lebih dari satu orang. Disamping itu pihaknya bukan hanya mendampingi di Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) saja tapi peserta juga harus bisa dan mandiri dalam pengelolaan perpustakaannya.

“Kami harap seluruh peserta mengerti dan memahami dalam mengelola perpustakaannya dengan sistem IT tersebut,” katanya.

Ia mengharapkan, perpustakaan didesa dapat menjadi perwakilan dari perpusda untuk didaerah yang tidak dapat dijangkau oleh perpustakaan umum sehingga masyarakat daerah di desa-desa mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.

Oleh karena itu, dengan adanya perwakilan perpustakaan umum di desa dapat menambah wawasan dan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat di desa itu dapat meningkat dan taraf hidupnya juga meningkat.

“Dalam Peraturan Desa (Permendes) telah diatur bahwa setiap desa wajib menyediakan gedung perpustakaan bacaan dan fasilitas sarana prasana yang dibutuhkan oleh masyarakat, supaya SDM masyarakat meningkat sehingga taraf hidupnya juga ikut meningkat,” pungkasnya.

Sementara menurut Sekretaris Perpusda Pamekasan, Akhmad Zaini Mpd, menghimbau kepada seluruh peserta pembinaan pendidikan dan pelatihan agar didalam pengelolaan perpustakaan memiliki dampak terhadap pengembangan dan peningkatan terhadap kualitas hidup masyarakat, baik dari pengetahuan maupun dari sisi ekonomi sehingga masyarakat taraf hidupnya semakin meningkat.

“Kami harapkan bagi peserta supaya dapat mengembangkan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,baik dari pengetahuan maupun dari sisi ekonomi melalui buku bacaan tersebut,” harapnya. (halis)

Pelatihan Strategi Pengembangan Perpustakaan

Pada tanggal 20 Maret s.d 23 Maret 2017, Sebanyak 45 orang peserta dari lima Perpustakaan Desa/Kelurahan/TBM yang mendapatkan bantuan dari program replikasi PerpuSeru di Kabupaten Pamekasan mengikuti kegiatan Pelatihan Strategi Pengembangan Perpustakaan (SPP). Dipandu fasilitor Perpusda, Sdr. Qomari, Amirul Mukminin, dan Siti Sufiyah.
Adapun kelima desa/Kelurahan/TBM yang mengikuti pelatihan tersebut diantaranya adalah Desa Waru Barat Kec. Waru, Desa Montok Kecamatan Galis, Desa Pademawu Barat Kec. Pademawu. Desa Ceguk (Smart Library YourB), Kelurahan Parteker Kec. Pamekasan  yang Terdiri dari Ketua Tim Penggerak PKK Desa, Karang Taruna, dan pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan/TBM
Program PerpuSeru adalah program pengembangan perpustakaan dengan menggunakan strategi pelibatan masyarakat berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Dengan harapan dapat menjadikan perpustakaan sebagai pusat informasi dan pusat berkegiatan masyarakat untuk menjadikan hidup masyarakat menjadi lebih baik.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Perpusda Bapak Akhmad Zaini, M.Pd. Dalam sambutannya,  Beliau berharap kegiatan ini dapat meningkatkan skill kepada peserta untuk mengembangkan perpustakaan di desanya masing-masing. “Saat ini perpustakaan tidak hanya sebagai tempat meminjam buku saja. Akan tetapi Perpustakaan Desa berfungsi sebagai pusat informasi dan berkekegiatan masyarakat. Informasi apa saja ada di perpustakaan, dan kegiatan apa saja bisa dilakukan di perpustakaan yang nanti dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.,” ungkapnya.
Selain kegiatan Pelatihan SPP, peserta juga telah mengikuti pelatihan lanjutan berupa Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) selama dua hari, pada tanggal 4-5 April 2017. Disamping itu, masing-masing desa replikasi PerpuSeru ini juga mendapatkan stimulan dari Coca-cola Foundation Indonesia (CCFI) berupa 3 (tiga) unit komputer. Untuk itu, diwajibkan bagi kelima desa tersebut memiliki akses jaringan internet di perpustakaannya.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pamekasan melakukan pembinaan Perpustakaan Sekolah

Rabu, 01 Maret 2017. Perpustakaan sekolah memiliki fungsi diantaranya sebagai sumber belajar, mengembangkan minat dan kebiasaan membaca pada diri peserta didik, juga sebagai tempat rekreasi sehat melalui buku-buku bacaan yang sesuai dengan umur dan tingkat kecerdasan anak. Untuk memaksimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pamekasan (Perpustakaan Umum Pamekasan) mengadakan Kegiatan Pembinaan Perpustakaan di SDN Larangan Tokol 1 Pamekasan. Kegiatan tersebut dibina langsung oleh Bpk. Kusairi Madura selaku Pustakawan Perpusda. adapun kegiatan yang dilaksanakan diantaranya pembinaan dalam teknis pengolahan bahan pustaka berbasis IT (Otomasi Perpustakaan), teknis pelayanan bahan pustakan, teknis pengembangan koleksi sampai inventarisasi.