Pengembangan Perpustakaan Berbasis IT Memicu Tingkat Kunjungan Perpusda Pamekasan di Tahun 2017

Perpustakaan Umum Pamekasan sebagai Salah satu lembaga layanan publik masyarakat yang beralamat di Jl. Jokotole No. 55, sukses menorehkan aktualisasi Layanan Publik yang semakin prima. Hal ini tampak dari melonjaknya kunjungan pada tahun 2017 sebanyak 66.916 pengunjung dan Pengakses internet sebanyak 136.963 orang.

Perhitungan jumlah kunjungan tersebut dihitung berdasarkan Jumlah Kunjungan di Perpusda sebanyak 63.344 Pengunjung dan Jumlah Kunjungan di Mobil Perpustakaan Keliling sebanyak 3.480 Pengunjung. Kunjungan didominasi dengan tujuan membaca dan internet khususnya di Perpustakaan Umum Daerah sedangkan rentang usia yang berkunjung kebanyakan adalah pelajar dan Mahasiswa. Faktor utama yang memicu melonjaknya kunjungan perpustakaan adalah karena banyaknya Sekolah-sekolah yang melakukan wisata edukasi ke perpustakaan umum guna mendapatkan sumber informasi terkait Layanan yang ada di Perpustakaan daerah.

“Melonjaknya kunjungan di Perpustakaan Umum tahun 2017 melebihi target capaian sebanyak 50.000 pengunjung per tahun. Semua ini tidak terlepas dari kontribusi semua bidang yang saling bersinergi sehingga Layanan publik yang prima dapat terus direalisasikan oleh Perpusda Pamekasan”, ungkap Akhmad Zaini, M.Pd selaku Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pamekasan, Rabu (17/1).

Pengembangan Perpustakaan yang berbasis IT dan Pelibatan masyarakat itulah yang terus menjadi acuan kinerja Perpusda di bawah naungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pamekasan. Pada hakekatnya hal

terbaik yang dapat terwujud dan terus terkenang sepanjang masa bukan hanya torehan  prestasi namun juga dedikasi akan pentingnya menjaga amanah peran sekaligus mendistribusikan secara totalitas bagi masyarakat.

 

 

Salah Satu Perpustakaan Terbaik Indonesia Ada di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan Achmad Syafii berencana menjadikan Perpustakaan Daerah sebagai salah satu ikon kabupaten berslogan Bumi Gerbang Salam.

Terlebih saat ini, perpustaan daerah yang berada di Jl Jokotole sudah masuk katagori perpustaan terpadu. Sehingga dibutuhkan lokasi yang lebih strategis yang jauh lebih menunjang keberadaan perpustakaan.

“Perpustakaan kita sudah termasuk katagori terpadu dan salah satu perpustakaan terbaik yang ada di Indonesia, tapi saat ini sudah tidak lagi memadai,” kata Bupati Achmad Syafii, Jum’at (7/4/2017).

Pihaknya sempat berfikir keberadaan perpustakaan di Jl Jokotole sudah terbilang refresentatif dari kondisi sebelumnya, namun saat ini justru dinilai kurang memadai. “Dulu kita sempat berfikir yang ada saat ini sudah jauh lebih besar dari perpustakaan yang ada di Arek Lancor, tapi ternyata masih kurang,” ungkapnya.

“Jadi kita berencana untuk kembali membangun membangun perpustakaan yang jauh lebih refresentatif, sekaligus akan dijadikan sebagai salah satu ikon Pamekasan,” jelas mantan anggota DPR RI asal Partai Demokrat itu.

Bahkan pihaknya juga sudah menyiapkan master pland untuk pembangunan perpustakaan baru yang akan digelar dalam waktu dekat. “Bangunan ini kita rencanakan, sekalipun belum tuntas hingga 2018 mendatang,” pungkasnya.

Selama ini, kabupaten Pamekasan sudah identik dengan ikon Arek Lancor dan sudah memiliki berbagai macam slogan. Di antaranya slogan Kota Batik, Kota Pendidikan hingga slogan Bumi Gerbang Salam (Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami). [pin/but]